Kiat Menabung
Bagi Penghasilan Pas-Pasan
Mei 1, 2010 oleh MyFamily
Accounting
“…Orang kaya adalah yang mau menunda kesenangan sesaat
untuk kesenangan masa depan…” (Kata Mutiara Finansial)
Sudah menjadi kebiasaan dan perilaku kebanyakan kita yang
selalu merasa heran kenapa selalu saja susah menyisihkan sebagian dari
penghasilan/gaji kita untuk ditabung. Selalu saja uang hasil gaji/penghasilan
ludes di tengah jalan, hilang tanpa bekas di dompet atau rekening bank.
Sudah maklum dan kita banyak ketahui bahwa para penasehat
keuangan pribadi selalu menyarankan agar kita selalu rutin menyisihkan paling
tidak 10% dari penghasilan untuk ditabung. Begitu pula buku klasik The Richest
Man in The Babylon telah memberikan contoh yang sungguh jelas tentang penting
dan bermanfaatnya untuk selalu disiplin dalam menabung sebanyak 10% tersebut.
Dari berbagai artikel dan berbagi pengalaman yang ada,
didapat salah satu penyebab utama dari kesulitan kita dalam menyisihkan
tabungan adalah karena sudah tertanam kuat mindset dan perilaku bahwa
menabung itu adalah “KALAU ADA UANG SISA”. Nah, ini lah pangkal masalahnya.
Kalau hanya mengandalkan uang sisa dari penggunaan gaji setiap bulan hampir
100% tidak akan ada uang yang tersisa! Mengapa demikian? Karena dengan berharap
uang sisa, maka kita tentu saja tidak memiliki gambaran yang jelas berapa uang
yang tersisa kelak? 1 juta, 100 ribu atau 5 ribu perak kah? Tidak ada yang
tahu, dan pada kenyataannya dengan selalu mengharap uang sisa tanpa terasa
setiap ada sesuatu yang ingin dibeli misalnya ada promo ini promo itu dengan
semangat dan nafsu tinggi langsung kita beli produk promo tersebut. Pada
akibatnya akan menggerus dan bahkan menghabiskan gaji/pendapatan kita tersebut,
sehingga jangan heran bila kita selalu berucap “perasaan baru kemarin deh
terima gaji, kok sekarang udah ludes…!”.
Ok sekarang tentu kita tidak mau mengalami kondisi
tersebut berulang-ulang sepanjang hidup kita bukan? Kita tentu saja ingin
mengubah kebiasaan dan mindset seperti itu bukan? Nah, sekarang
bagaimana mengubah pola kebiasaan tersebut? Jawabannya sebenarnya sudah sering
kita baca atau dengar yaitu MENABUNGLAH DI DEPAN, bukan di belakang alias uang
sisa. Loh apa maksudnya? Maksudnya adalah setiap kali kita menerima gaji maka
langsung lah dipotong minimal 10% untuk dimasukkan ke tabungan kita. Dengan
seperti itu maka kita hanya akan fokus untuk menghabiskan yang 90% nya saja
bukan? Sehingga seluruh pengeluaran dan keinginan belanja kita hanya berkutat
pada yang 90% tersebut saja. Jadi contohnya gaji Anda misalnya Rp. 1.500.000,
maka setiap kali gajian langsung kita langsung sisihkan/potong sebesar Rp.
150.000. Mudah bukan? Sekarang pertanyaannya bagaimana agar kita benar-benar
disiplin dalam menjalani proses menabung setiap bulannya? Beberapa hal di bawah
ini patut Anda perhatikan:
1. Jangan ditabung di rumah/brankas. Karena akan menimbulkan godaan untuk suatu
waktu diambil, sehingga buyarlah rencana panjang kita untuk bisa menabung.
2. Jangan ditabung di rekening bank dengan menggunakan ATM. Karena lagi-lagi ini
membuka peluang untuk kita suatu waktu bisa mengambilnya.
3. Bukalah rekening tabungan yang Anda blokir (dead account) dalam jangka waktu
tertentu, sehingga tidak bisa kita ambil selama jangka waktu tersebut.
4. Mintalah pihak bank untuk langsung memotong 10% atau lebih dari gaji kita untuk
disimpan ke dead account tersebut.
5. Jangan selalu mengingat rekening dead account kita tersebut dan anggap saja
layaknya kita “belanja” 10% setiap bulan.
Kelima hal di atas akan sangat membantu kita membentuk
perilaku dan disiplin tinggi tanpa godaan untuk supaya selalu rajin menabung.
Sehingga tanpa kita sadari bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun, pundi
pundi tabungan kita akan membengkak dan ketika saatnya tiba tabungan tersebut
bisa kita ambil dan bisa kita kembangbiakkan dalam salah satu instrumen
investasi atau untuk keperluan lain.
Nah, untuk sementara ini kiat yang bisa kami
sampaikan dan kiat ini tidak akan ada gunanya bila tidak dipraktekkan langsung.
Kami tunggu cerita keberhasilan Anda dalam menerapkan kiat ini.
Anda ingin kaya? Bagilah penghasilan anda menjadi 3 (tiga) bagian: untuk jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.
BalasHapus